Kisah Cinta Ter-Dahsyat Se-Panjang Masa
December 23rd, 2007 by kaoribunka-en…..maka disiapkanlah tempat penyembelihan tersebut.
Diasahnya pisau sembelih,
diasah,
diasah dan diasah lagi. Karena hanya ini yang dapat ia lakukan, agar proses penyembelihan berlangsung singkat, agar rasa sakit tidak lama diderita oleh anaknya.
Sang anak pun berbaring. Dipalingkannya wajahnya dari ayahnya. Karena ia tak mau ayahnya menjadi ragu bila melihat wajahnya.
Sang ayah berurai air mata, ia tak tega, anak yang dinanti-nantikan bertahun-tahun, anak sholeh yang menjadi cahaya mata orang tuanya.
Tapi ini adalah permintaan dari Sang Maha Pemberi,
yang tak pernah meminta,
bahkan terus saja melimpahkan rahmat dan kasih sayangnya.
Perasaannya, tak sanggup menggoyahkan keimanan dan ketakwaannya.
Dan ketika pisau tinggal sebatas helai rambut, ketika ia dengan penuh keyakinan berniat melaksanakan janji tersebut, maka ALLAH SWT menjawab cintanya….
Itu adalah sepenggal melodrama, pertunjukan ALLAH. Bukan, itu adalah realitas, bukti keikhlasan Nabi Ibrahim AS menunjukkan cintanya kepada Sang Pencipta. KISAH CINTA TERDAHSYAT SEPANJANG MASA…
Ketika manusia telah berada pada level tawakkal yang sebenarnya, maka ketika itulah ALLAH akan membayarnya, kontan, tidak dicicil, bahkan dengan yang tidak terbayangkan.
OK, tidak usahlah seberat itu ujian ALLAH kepada kita, cukup dengan skala keseharian kita yang sepele. Ketika mobil di depan Anda meminta jalan dan Anda telah antri selama 10 menit, apakah kita rela memberinya jalan duluan? Padahal dengan menyilahkannya, Anda akan melancarkan kemacetan. Ketika Anda bertemu seseorang yang terlihat bingung, apakah Anda rela menyisihkan sedikit waktu Anda untuk menanyakan kesulitannya? Padahal memberi, walaupun hanya sebuah keramahan adalah makanan hati yang mampu membuat hari-hari Anda lebih indah.
Mungkin ketulusan dan keikhlasan kita memang masih harus dipertanyakan. Di Indonesia, di negeri kita tercinta ini, kadang-kadang orang hanya mau membantu jika bermanfaat langsung pada diri pribadi. Padahal dalam sejarah, belum pernah ada kejadian menjadi miskin dengan baaaaaaaaaanyak memberi kebaikan hati. Kalau pun tak mampu, maka diamlah tapi jangan menambah kesulitan.
Di Jepang, walaupun segala keterangan tertulis dalam huruf ajaib yang hanya dimengerti oleh mereka sendiri. Jangan khawatir jika suatu saat Anda harus ke sana, karena orang-orangnya ramah, aturan jelas, system berjalan dengan baik. Bila Anda mendapat kesulitan, minta tolonglah pada orang I yang Anda temui, maka mereka akan isshou kenmei (trying hard) membantu, dengan Englishnya yang dibolak-balik pun kita ga bakal ngerti. Tapi dengan ketulusan dan keikhlasannya, Insya ALLAH Anda akan selamat-selamat aja…